Palembang - Indralaya

Selain merupakan ruas pertama dari Jalan Tol Trans-Sumatera yang pertama kali diresmikan, Jalan Tol Palembang-Indralaya juga merupakan jalan tol pertama yang dibangun di Provinsi Sumatera Selatan. Jalan Tol sepanjang 21,9 km ini sukses dibangun HKI di atas lahan yang sebagian besar merupakan rawa-rawa. Pada jalan tol inilah, HKI berhasil memperkenalkan salah satu metode soil improvement pertama yang diterapkan di Indonesia yang disebut Vacuum Consolidation Method (VCM). Penerapan teknologi VCM dapat membuat kadar air dan udara dalam tanah akan berkurang sehingga tanah akan lebih mudah turun dan padat. Keunggulan penggunaan teknologi VCM ini selain menghemat sumber daya dengan meminimalisir alat berat, teknologi VCM ini juga meminimalisir lereng yang tidak stabil.

Tak kalah penting, teknologi ini merupakan teknologi yang ramah lingkungan Penggunaan teknologi VCM pada proyek Tol Palembang – Indralaya terdiri dari 2 sistem yang terbagi atas sistem drainase vertikal melalui Prefabricated Vertical Drain (PVD) dan sistem drainase horizontal melalui media pasir & Prefabricated Horizontal Drain (PHD). Keseluruhan sistem kemudian ditutup dengan geomembrane supaya kedap terhadap air dan udara dari luar. Geomembrane selanjutnya dikunci ke dalam lapisan kedap di sekeliling area yang akan divakum. Air di dalam tanah kemudian disedot (divakum) lalu dialirkan ke tempat penampungan sementara sehingga tanah menjadi lebih cepat padat dan siap dibangun jalan tol di atasnya.

AYO BANGUN MASA DEPAN
INDONESIA BERSAMA KAMI